Tampilkan postingan dengan label keperawatan jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keperawatan jiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Desember 2013

KONSEPTUAL MODEL DALAM PERAWATAN JIWA

KONSEPTUAL MODEL DALAM PERAWATAN JIWA
 
Proses therapy
Psikoanalisisa menggunakan “ free association “ and analisa minimal

1.Yang dianalisa adalah masalah penting yang dialami sekarang – Psychioanalycal Model Develop by signuand freud
Central concept : id ego dan super ego
Ego defence machanism: Unconscious level of mental fungtioning
Symptont are symbols by the ariginal conflict
Contoh : obsessive compulsive – cuci tangan
hubungannya dgn masa lalu. Kalau tdk ada hubungan tdk usah dikaji lebih lanjut

Psikoanalisa teori kontemporer : Erikson, Anna Freud, Melania Klien, karen Horney
2.Interpersonal Model
Develop by Peplau, H,S. Sullivan
Penekanan pd hubungan interpersonal :
Pengalaman interpersonal : Good me, bad me not me

Jangan sering mengatakan pd anak, “kamu salah”
Kecemasan timbul jika rasa aman tdk terpenuhi dan merasa ditolak Sebab individu membutuhkan rasa aman dan kepuasan
Proses therapy : mengoreksi pengalaman interpersonal dgn memberikan pengalaman hubungan interpersonal yg positif dgn therapy

Therapist moderen klien secara aktif untuk membangun trust
Reedukasi : Identifikasi problem – encourage more succesful style dlm hubungan interpersonal
3.Social Model
Develop by Caplan
Asumsi : lingkungan sosial mempengaruhi individu dan pengalaman seseorang
Lingkungan sosial – penyebab stress – penyimpangan prilaku, orang yg punya limited social support – predisposisi untuk laladaptive coping respon

Social therapy
Membantu klien menangani sos-sistem
Krisis intervensi
Manipulasi sistem pendukung social (social support)

4.Existensial Model
Develop by Cart Regers
Existensi seseorang sebagai manusia
Penyimpangan prilaku : self alienated ( terasing ) feel helpless, sad, lonely
self criticise – hambatan dlm berhubungan dgn orang lain
Prose therapeutik : membantu klien mengeksploitasi diri dan menerimanya

5.Medical Model :
Fokus :
Diagnosa mental illness – treatment based on diagnosa
Somatic treatment :
Pharmacotherapy dan Electrocanvulsive therapy
Moderen psyhiatric care are dominated by medical model
Penyimpanan perilaku merupakan gejala dari gangguan pd susunan syaraf pusat

6.Islamic Model ( disadur dari Horikoshi 80)
Polarisasi struktural – World – diri manusia – keadaan
Knowledge – Tuhan – Akal – Selamat and culture
Cool (dingin)
Nature (Hot) - Setan – Jasad – Celaka

Gangguan Jiwa :
physiolocal disorder yg disebabkan oleh panas yg sangat tinggi yg diabsorbsi oleh pasien dari setan yg mempengaruhi jiwa manusia

Proses Terjadinya :
Panas yg sangat tinggi itu membakar darah manusia dan memblok saraf ke otak dgn kontaminasi darah kotor. Ini mengakibatkan kurangnya darah segar yg mengalir di otak sehingga pikiran menjadi sangat panas dan merusak fungsinya untuk menerima kebijaksanaan dan kata-kata tuhan

Terapi bertujuan mengembalikan keseimbangan “ hot and cool substance “ dlm diri manusia
D.MODEL KEPERAWATAN
Dasar :
1.Rentang
Sehat———————— sakit
Adaptif                                         Maladaptif

2.Nursing Model
Peplau Interpersonal Model

Nursing :
a significant, therapeutik and interpersonal proces
Essence of nursing : relationship nurse – client

Nurse harus memahami diri
Dapat berinteraksi dgn klien
Orem :
Self care adalah tingkah laku yg dipelajari dan disegaja yg ditampilkan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya.
Kemampuan seseorang memenuhi kebutuhannya tergantung pd situasi dan kondisinya

E. ASPEK ETIK DAN LEGAL
Etik dan Legal Psychiatry
Tension between individual
Ringth and social need

Legal content of care sangat penting karena ini berfokus pd patient ringht dan kualitas pelayanan yg diterima oleh pasien
1.Hospitalized Patient
Apakah pasien dgn psikosa diijinkan untuk menandatangani formulir (ijin) dirawat – jika tidak / ….
Di USA sejak thn 1940 : 90 % involuntary, 10 % voluntary tapi akhir-akhir ini 73 % dari1,6 juta pasien yg datang berobat adalah voluntary.

Di Idonesia
Involuntary – Justifikasinya : pasien dgn gangguan jiwa yg mempunyai satu atau lebih dari hal-hal berikut :
- Berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain
- Membutuhkan treatment
- Tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya

2.Dangerousmenss
Sberapa besar kemungkinan pasien berbahaya untuk orang lain  apakah pasien dikurung karena alasan bahwa dia akan berbahaya pd orang lain, dpt diterima ?
(pasien dikurung/diikat tdk etis karena melanggar hak, dia dikurung boleh asal ada alasan karena mengganggu

3.Freedom of choice
Siapa yg berhak mengambil keputusan tentang yg terbaik untuk pasien harus secara “ involuntary “ dirawat ?

Pasien:
Family memberikan
Health care provider
Judicial system

4.Discharge
5.ECT

F. WHO
Kes. Jiwa bukan hanya suatu keadaan tdk ganguan jiwa, melaikan mengandung berbagai karakteristik yg bersifat positif yg menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yg mencerminkan kedewasaan kepribadian yg bersangkutan

G.UU KES. JIWA NO 03 THN 1966
Kondisi yg memungkinkan perkembangan fisik, intelektual emosional secara optimal dari seseorang dan perkebangan ini selaras dgn orang lain.

H.YAHODA
Kes. Jiwa adalah keadaan yg dinamis yg mengandung pengertian positif, yg dapat dilihat dari adanya kenormalan tingkalaku, keutuhan kepribadian, pengenalan yg benar dari realitas dan bukan hanya merupakan nkeadaan tanpa adanya penyakit, gangguan jiwa dan kelainan jiwa

I.CIRI-CIRI SEHAT JIWA MENURUT YAHODA
1.Sikap positif terhadap diri sendiri
2.Tumbuh kembang dan aktualisasi
3.Terintegrasi
4.Otonomi
5.Realitas persepsi
6.Penguasaan lingkungan

J.SEHAT MENTAL/KESEHATAN JIWA
It is the capacity of the individual to interact effectively with the environment. Good mental health means happiness, competence, a sense of pawer over ones live, positive feelings of self esteem andcapacies to love, work and play. Good mental health also allow individual to deal appropriately eith difficult live event ( the ministry of helath australia)

K.MASLOW
The achievent of self actualization including an understanding od self and reality, the expression of emotionality and spontaneity and the achievement of life goals

Kondisi yg memungkinkan seseorang berkembang secara optimal baik fisik, emosional dan intelegensi dan berjalan selaras / serasi dgn orang lain ( WHO)
L.KRITERIA SEHAT MENTAL MENURUT YAHODA
1.Sikap positif terhadap diri sendiri
2.Tumbuh, berkembang dan aktualisasi
3.Integrasi : Masa lalu dan sekrang
4.Otonomi dlm pengambilan kupusan
5.Persepsi sesuai kenyataan
6.Menguasai lingkungan : mampu beradaptasi

SEJARAH PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

SEJARAH PELAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA 


Sebelum Tahun 1960
Perawatan kesehatan jiwa diberikan di RS terletak jauh dari pemukiman padat Membutuhkan waktu lama§Sangat tergantung pada RS
Perawatan paska RS belum terprogram
Klien & keluarga belum dilibatkan dalam perawatan
Tahun 1960 sampai 1970
The Community Mental Health Center Act memfokuskan perhatian pada hak-hak penderita gangguan jiwa
Fokus pendanaan perawatan di RS beralih ke pusat perawatan di masyarakat
Tersedianya beberapa layanan : rawat darurat, rawat inap 24 jam, hospitalisasi parsial,  rawat jalan, konsultasi & penkes jiwa.
Tahun 1970 sampai dengan 1980
Waktu perawatan di RS menjadi lebih singkat
Dilanjutkan perawatan berbasis komunitasRS banyak yang tutup
Pelayanan di komunitas kewalahan
Banyaknya tunamisma dengan penyakit mental persisten akibat kurangnya sumber daya keluarga dan  dukungan sosial
Tahun 1980 sampai dengan 1990
Fokus perhatian nasional pada biaya perawatan yang tinggi dan kebutuhan pembatasan biaya.
Diberlakukannya managed care, mengatur hubungan antara pembayar dan penyedia jasa.
Tahun 1990 sampai dengan sekarang
Fokus pelayanan pada upaya pencegahan primer berbasis masyarakat dengan berbagai pendekatan, seperti adanya  :
pusat-pusat kesehatan mental,
pelayanan partial hospitals,
Perawatan residential,
Mobile crisis unit
pusat pelayanan harian dan
pelayanan home care.
SEJARAH PELAYANAN KEPERAWATAN DI INDONESIA
Dahulu kala, gangguan jiwa dianggap akibat kemasukan roh halus à terapi bertujuan untuk mengeluarkan roh jahat.
Sebelum ada rumah sakit jiwa, klien  gangguan jiwa berat ditampung di RSU.
RS Jiwa milik pemerintah
Juli 1882, didirikan RS jiwa pertama di Bogor
1902, didirikan RS jiwa di Lawang, Solo
1923, didirikan RS jiwa di Magelang, Jakarta, Semarang, Surabaya
1927, didirikan RS jiwa di Sabang.
SEJARAH PELAYANAN KEPERAWATAN DI INDONESIA
Saat ini Pemerintah Pusat memiliki
4 RSJ dan  1 RSKO.
Total jumlah RSJ di Indonesia saat ini ada 32 buah yang tersebar di 25 Provinsi.