KODE ETIK KEPERAWATAN
KODE ETIK KEPERAWATAN
PENGERTIAN
Kode etik
- adl pernyataan formal mengenai standar kesempurnaan dan nilai kelompok.
- mrpkn set prinsip etik yg digunakan oleh semua anggota klp, mencerminkan penilaian formal mereka sepanjang waktu, dan berfungsi sbg standar utk tndkn profesional mereka.
SEJARAH PENYUSUNAN
KODE ETIK
KODE ETIK
Kode etik keperawatan pertama kali disusun
dan diadopsi oleh:
1) ANA (1950), direvisi pd thn 1968,1976,dan 1985 dikenal sbg Code of Nurses.
2) ICN (1953), direvisi pd thn 1973.
3) CAN (1980) direvisi pd thn 1996.
4)
Tujuan Kode Etik Keperawatan antara lain:
1) Menginformasikan kpd masy mengenai standar minimum profesi dan membantu mereka memahami perilaku keperawatan profesional.
2) Memberikan tanda komitmen profesi kpd masy yg dilayani
3) Menguraikan garis besar pertimbangan etik utama profesi
4) Memberikan pedoman umum utk perilaku profesional
5) Membantu profesi dlm pengaturan-diri
6) Mengingatkan perawat mengenai tgg jwb khusus yg mereka pikul saat merawat klien.
Standar Performa Profesional ANA
STANDAR V: ETIK
Keputusan dan tindakan perawat demi kepentingan pasien
ditentukan dengan cara etik.
KRITERIA PENGUKURAN
- Praktik keperawatan dipandu oleh Code of Nurses.
- Perawat mempertahankan kerahasiaan pasien dalam parameter legal dan peraturan
- Perawat bertindak sebagai advokat pasien dan membantu pasien dalam mengembangkan keterampilan sehingga dapat membela diri mereka sendiri
4) Perawat memberikan asuhan dalam cara yang tidak menghakimi dan tidak menghakimi
5) Perawat memberikan asuhan dalam cara yang tetap mempertahankan otonomi, martabat dan hak pasien.
6) Perawat mencari sumber yang tersedia dalam merumuskan keputusan etik.
¢ Dalam masalah yg berfokus pd keputusan, kesulitannya yaitu dlm memutuskan apa yang akan dilakukan.
¢ Pertanyaannya adl, Apa yg seharusnya saya lakukan?
¢ Contoh:
karena Ani sngt memandang penting khdpn, dia berharap kliennya selamat dari ancaman maut harus diberi tranfusi. Sbg sorg perawat, Ani jg meyakini utk mengurangi penderitaan,shg saat dia melihat bahwa pemberian tranfusi akan memperpanjang hidup namun klien tdk bersedia karena dlarang oleh agama yg dianutnya. Ani tdk nyaman kedua pilihan sulit baginya.
¢ Dalam masalah yang berfokus pada tindakan, kesulitan tdk pd pengambilan keputusan, ttp dlm mengimplementasikannya.
¢ Pertanyaannya adl, Apa yg dpt sy lakukan? Atau resiko apa yg berani sy ambil utk melakukan apa yg benar?
Distress Moral
Perawat mengetahui tndkn yg benar ttp tdk dpt melaksanakannya krn kebijakan institusi/ desakan lain
(Jameton,1984)
Perasaan marah, bersalah, dan kehilangan
integritas perawat
Mempengaruhi perawatan klien.
Contoh:
¢ Seorng
dr residen tlh memberitahu perawat utk memeriksa hitung darah lengkap
dan urinalisis semua klien dan mdptkn hasilnya sblm memanggil dr ke
ruang gawat darurat utk memeriksa klien. Perawat yakin hal ini tdk etis
karena hal ini sia-sia dan menimbulkan ktdknyamanan serta kemungkinan
resiko bg klien.
Namun,
mrk tdk memiliki wewenang atau akses ke jalur pengambil kptsn utk
mengubah situasi. Oleh karena itu, mrk mlkkn pemeriksaan tsb, ttp dg
merasa bersalah dan kesal karena mrk yakin bhw mrk mlkkn hal yg slh.
¢ Hsl penelitian menunjukkan bahwa tindakan perawat dipengaruhi oleh batasan-batasan spt:
a) Ancaman verbal
b) Takut kehilangan pekerjaan/lisensi keperawatan mereka
c) Takut pd dokter
d) Takut pd hukum
e) Tidak adanya dukungan baik dr teman sejawat maupun pimpinan (Wilkison,1987).
¢ Utk
mengatasi masalah tsb dibutuhkan pengetahuan, pengalaman,komunikasi dan
kemampuan utk membuat kesepakatan yg melindungi integritas.
KONFLIK DALAM KEPERAWATAN
¢ Konflik dalam kep dpt terjadi karena adanya pertanyaan-pertanyaan perawat yg tdk terselesaikan ttg
sifat dan cakupan praktik mereka, selain itu tehnologi tingg dan peran
spesialisasi tlh memperluas cakupan praktik keperawatan.
Tumpang tindih antara aktivitas
perawatan dan medis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar